-->

7 hal yang perlu diingat tentang budaya kuliner Jepang

7 hal yang perlu diingat tentang budaya kuliner Jepan


Budaya kuliner Jepang begitu istimewa sehingga banyak pengunjung terkadang bingung bagaimana melakukannya dengan benar.

Setiap negara akan memiliki budaya kuliner yang berbeda dengan ciri khas yang berbeda pula. Jepang adalah salah satu negara dengan masakan yang sangat kaya. 

Oleh karena itu, untuk memahami dan dapat menikmati dengan baik kelezatan setiap hidangan, Anda perlu memperhatikan 7 hal berikut ini untuk merasakan sepenuhnya esensi budaya kuliner negeri matahari terbit:

Restoran tradisional yang dijalankan oleh koki dan magang

Secara tradisional, koki magang tidak akan diizinkan untuk menangani ikan atau daging selama bertahun-tahun. Koki adalah orang yang membuat hidangan sementara para pekerja magang melakukan tugas-tugas seperti membersihkan, menyiapkan bahan-bahan, dan menyajikan meja.

Restoran tradisional di Jepang biasanya tidak memiliki pelayan karena ini adalah tanggung jawab magang.

 

2.       Sup miso harus dikonsumsi sebagai minuman

Ini adalah hidangan populer yang disajikan di restoran Jepang. Ini memiliki kaldu yang sedikit keruh dengan potongan tahu cincang dan sedikit rumput laut. Meski orang sering memakan sup ini dengan sendok, namun cara penggunaannya tidak tepat. 

Menurut budaya kuliner Jepang, sup miso harus dihirup oleh pengunjung sedikit demi sedikit. Bila hanya tahu dan rumput laut yang tersisa, kami akan menggunakan sumpit untuk makan.

 

3.       Setiap hidangan memiliki arti yang berbeda

Di Jepang, makanan disajikan sebagai sebuah karya seni. Koki selalu dengan hati-hati dan cermat memilih warna dan pola yang tepat untuk menghias hidangan. Piring dan mangkuk sering digunakan sesuai musim dan setiap dekorasi untuk hidangan mengandung makna tertentu.

Koki dan pramusaji selalu mengharapkan pengunjung untuk dapat mengajukan pertanyaan tentang hidangan mereka sebelum menikmatinya.

 

4.       Jangan mencelupkan seluruh bagian sushi ke dalam kecap asin

Mencelupkan seluruh bagian sushi ke dalam kecap akan mengganggu rasa dan tekstur hidangan. Gulungan nasi sushi pada dasarnya adalah balok yang direkatkan dengan kuat, ketika kita mencelupkan terlalu banyak kecap, nasi akan menjadi sangat lembut, tidak lengket lagi.

Juga, Anda tidak boleh meninggalkan sisa nasi di dalam saus kecap. Cara terbaik untuk memakannya adalah dengan mencelupkan sebagian daging atau ikan sushi ke dalam kecap asin daripada mencelupkan semuanya.

 

J     Jangan biarkan hal-hal menjadi berantakan

Setelah makan, Anda tidak boleh meremas serbet atau serbet dan meletakkannya di atas piring. Bagi orang Jepang, perilaku ini tidak sopan kepada staf restoran. Sebagai gantinya, pengunjung harus melipat serbet mereka dengan rapi dan meninggalkannya di samping piring mereka, atau membuangnya jika ada tempat sampah.

 

G Gunakan sumpit standar

Beberapa restoran Jepang akan menyediakan Anda dengan tempat sumpit. Ketika Anda tidak lagi menggunakan sumpit Anda, mereka harus ditempatkan dengan rapi di rak sumpit. Anda tidak boleh meletakkan sumpit tegak di atas semangkuk nasi karena menyerupai ritual yang dilakukan pada pemakaman di Jepang.

Jangan mengayunkan sumpit Anda bolak-balik di atas piring sambil berpikir atau ketika Anda ragu-ragu untuk memilih hidangan. Itu akan dilihat sebagai keserakahan. Ambil makanan dari atas piring. Jangan menggali piring Anda untuk mencari sesuatu yang lezat atau sesuatu yang Anda sukai.

Pastikan sumpit sejajar saat Anda tidak menggunakannya lagi. Karena menyilangkan sumpit adalah citra buruk bagi orang Jepang.

 

7.     Memberi tip tidak disarankan

Saat makan di luar di Jepang, jangan pernah memberi tip kepada karyawan. Ini umumnya dianggap perilaku yang kurang halus. Di sebagian besar restoran Jepang, staf digaji dengan baik dan terlatih, jadi Anda tidak perlu memberi penghargaan kepada staf.

LihatTutupKomentar

TXTMedia is a website that provides news and information about games, esports, lifestyle and entertainment, of course with the latest celebrity update